Surat untuk Bunda

“ini bukan kisah yang sering kuceritkan dalam buku harianku, entah apa yg membuat ia pergi lagi dari rumah, apa karena alasan tanggung jawab ataukah hanya mencari jati diri, atau mungkin hanya ingin lebih dekat dengan rumah Tuhan”

 

 

 

 

 

 

 

Kenapa? Kenapa bunda mengambil jalan keluar yang sulit? Bukankah kita pernah sepakat dalam urusan ini, semua akan bunda ceritakan malahnya sehingga kami dapat membatumu mengatasinya? aku bukan anak kecil seperti dulu, ataukah bunda mengannggapku anak kecil yang selalu bunda timang-timang saat aku manangis, gelisah dan sakit saat ku kecil,

Entah… (jawab ibu)… bunda tak pernah menangis dihadapanku selama ini, terkecuali sering ku pergoki beliau saat solat malam seraya menengadah tangan dengan sesegukan seperti anak kecil meminta pelukan Tuhan. Sering kali bunda selalu mengatakan “kita tak boleh merasa sendiri di dunia ini, masih banyak berkah yang Allah curahkan setiap hari, belajarlah selalu bersyukur menerima keadaan diri, dan tunggu petunjuk Allah selanjutnya setelah kamu pasrahkan dalam Doa”.

Kalimat bunda masih selalu ku dengung-dengungkan hingga sekarang bersama Dzikir dalam fikirku,  Bunda… Anakmu ini memang tak cukup dewasa menyikapi hidup masih sering kubayangkan bunda mengusap rambutku saat sebelum kutidur di depan TV kecil di ruang tengah.

Kuharap bunda disana menunaikan kewajiban istri dan lebih dekat dengan Ilahi.. kutunggu doamu setiap 5 waktu, ku harap tanganku tak cukup menampung puluhan ribu ampunanmu untukku. Anankmu,

CHANGE…CHANGE…CHANGE…CHANGE…!

Perubahan – salah satu pelajaran yang paling sulit dalam hidup adalah melepaskan.

Apakah itu rasa bersalah, marah, cinta, kehilangan, dll. Perubahan tidak pernah mudah, Anda berjuang untuk bertahan, dan Anda berjuang untuk melepaskan.

Dunia Cinta

  • Hubungan terbaik di dunia adalah satu di mana MAAF dan senyum bisa membuat semuanya kembali normal lagi ….
  • Cinta tidak perlu menjadi sempurna, hanya perlu untuk menjadi kenyataan.

#Nice

[Info Lomba] Lomba Menulis Surat “Kepada; Indonesiaku”

madingsekolah.net

madingsekolah.net

17 Hari Menulis Surat “Kepada; Indonesiaku” Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-68, MadingSekolah.Net | Portal Pelajar Indonesia bekerjasama dengan Toko Buku Gramedia dan 3 (Tri) Selular mengundang teman-teman sekalian untuk turut serta dalam lomba menulis surat dengan tema “Kepada; Indonesiaku”.

Melalui pagelaran ini teman-teman semua dapat mengungkapkan segenap keluh kesah baik berupa harapan, kritik, gagasan, atau hal-hal yang bisa dinilai baik untuk kepentingan negara kita tercinta ini, selain itu teman-teman juga bisa menulis surat dengan ditujukan kepada negara, presiden, gubernur, bupati/walikota, guru, petani, pedagang, mahasiswa, pelajar, buruh, orang kaya, kaum miskin, atau segala aspek yang menurut teman-teman memiliki hubungan erat dan lekat dengan masa depan bangsa.

Lomba menulis surat ini digelar selama 17 hari, mulai tanggal 16 Agustus 2013 hingga 1 September 2013. Jadi selama dua pekan tersebut teman-teman bisa menulis dan mengirim surat sebanyak mungkin untuk diikutsertakan dalam lomba.

Penghargaan dan Hadiah

  1. Juara I = Piagam Penghargaan + Paket Buku Menarik + Voucher Belanja Buku di Gramedia senilai Rp. 100.000,- Ponsel Keren dari 3 (Tri) Selular
  2. Juara II = Piagam Penghargaan + Paket Buku Menarik + Voucher Belanja Buku di Gramedia senilai Rp. 75.000,- Voucher Pulsa 3 (Tri) Senilai Rp. 25.000,-
  3. Juara III = Piagam Penghargaan + Paket Buku Menarik + Voucher Belanja Buku di Gramedia senilai Rp. 50.000,- Voucher Pulsa 3 (Tri) Senilai Rp. 25.000,-

Syarat dan Ketentuan Lomba

  • Lomba menulis surat ini diperuntukkan bagi pelajar SMP dan SMA atau sederajat
  • Lomba dibuka mulai tanggal 16 Agustus 2013 hingga 1 September 2013 pukul 00.01 wib
  • Surat yang diikutsertakan dalam lomba harus memiliki kesesuaian dengan tema “Kepada; Indonesiaku”
  • Surat yang akan diikutsertakan dalam lomba dapat ditujukan kepada negara, bangsa, pejabat, presiden, gubernur, bupati/wali kota, guru, pelajar, mahasiswa, pengusaha, etani, buruh, kaum miskin, dan setiap pihak yang dianggap memiliki keterkaitan dengan masa depan bangsa
  • Surat harus diberi judul yang menarik
  • Panjang naskah minimal 2500 karakter dan maksimal 5000 karakter tanpa spasi atau dua lembar kerja berukuran A4
  • Naskah surat dikirim ke alamat e-mail lombamadingsekolah@gmail.com dengan subject
  • Lomba Menulis Surat Naskah dikirimkan dengan menggunakan fasilitas lampiran dokumen (tidak langsung dalam badan e-mail) dengan ketentuan jenis huruf Times New Roman, besar huruf 12 pt, spasi 1,5
  • Sertakan identitas lengkap; nama, asal sekolah dan nomor kontak yang bisa dihubungi
  • Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah
  • Naskah yang dilombakan akan menjadi hak milik MadingSekolah.Net dan akan ditampilkan di website http://www.madingsekolah.net
  • Jika naskah telah ditampilkan dalam website maka penulis disarankan untuk menyebarkannya melalui jejaring sosial di internet, karena respon dan ketertarikan pembaca juga merupakan bagian dari mekanisme penilaian dalam lomba ini
  • Seluruh Peserta akan mendapatkan undangan dalam acara “Kongkow dan Pengumuman Pemenang” di Toko Buku Gramedia Cirebon pada tanggal 2 September 2013 Pukul 14.00 Wib
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

HADIAH MUTIARA DI BULAN SYAWAL

 

Berenang di genangan cahaya Takbir dan Tahmid,

Basah-kuyup oleh sinar Rohmat dan maaf,

Melepas batas ikatan salah dan dosa,

Tumpah-ruah sepanjang tulang rusuk hingga ronga dada,

Mata mamancar bening berkilau cahayaNya,

Benda hidup dan mati bangkit memuji Fitri,

Jauh dan dekat mengikat erat,

Gugusan bintang2 berkedip di atas meja tamu,

Kini bunga mawar tumbuh diatas Arsy-Nya

Nikmatilah persembahan Fitri penuh Berkah dan Maaf.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Kidung Dzikir

from : www.google.com

 

Kita tau Ramadhan hendak lepas,

Mungkin Dzikir menjadi santapan yg lebih pantas dan pas,

Selain kidung takbir bagi pemilik Arsy,

Mari beningkan hati dengan Dzikir,

Cerahkan jiwa dengan Cinta,

Dampingi hari-hari dengan senyum,

Tapi….

Entah jika itu kudapat maaf dari-MU SAYANG,

Sembari kumenunggu embun pagi di saat hari fitri,

Memandang mentari membuka kelopak bersama kumandang takbir,

Mungkin hatimu berdarah-darah luka dulu,

Hapuslah sayatan yg pernah aku ukir,

Mari kita nikmati sebutir kelapa bersama,

Segelas teh manis berdua,

Dipagi fitri,

Menyambut jiwa suci.

#Setan_Itu_Bernama_Aku

Gumpalan

Mengharap langit berbalas Qodar,
Menepis pelangi, hingga seraut wajah terkasih,
Menahan matahari, meggantung bulan,
Bertarung malam, menapak lembaran Dzikir,
Mata telanjang, menjamah lelap,
Menebar benih harap, menabir sedih merintih,
Di atas bumi-Mu telahku tebarkan sedihku,
Kuhaturkan pasrah di atas ArsyMu.

‪#‎Gumpalan_Qolb‬.