Mengikis Rindu

Dinda… sesaat sebelum matahari tergelincir tiap engkau tersenyum malu-malu, sempat ia menggrutu rindu dan kembali menaiki lesung pipimu hingga berulang kali begitu-selalu…

Telah ku lakukan inginmu untuk mengikis liarnya rindu, sekarang-pun aku lelah hingga pasrah yg ada, hingga kaupun tak pernah ada dalam diri maupun mimpi-mimpi di penjuru angin yg pernah engkau hitung bersamaku. Diakhir cerita terik kali ini, tak ada cara yg lebih baik dengan menyebutmu dalam lautan Dzikirku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: